Jumat, 23 Desember 2011

Slash "Sang Dewa Gitar"

Saul Hudson (lahir di Hampstead, pinggiran kota London, 23 Juli 1965; umur 46 tahun),lebih sering diketahui sebagai Slash sebagai nama panggungnya, adalah seorang gitaris berkebangsaan Amerika-Inggris. Slash adalah mantan lead guitarist Guns N' Roses dan sekarang sebagai lead guitarist Velvet Revolver.
[sunting] Biografi
[sunting] Kehidupan Awal

Slash lahir di Hampstead, pinggiran kota London. Ayah Slash berasal dari Inggris, sedangkan ibunya keturununan Amerika-Afrika. Ibu Slash, Ola Hudsons, adalah seorang perancang pakaian yang bekerja untuk David Bowie, dan bapaknya adalah seorang seniman yang menyumbang ansambel hidup bagi musisi terkenal termasuk Neil Young dan Joni Mitchell. Slash dbesarkan di kota Stoke-on-Trent, Staffordshire, sampai ia berumur 11 tahun, saat orang-tuanya memindahkan keluarganya ke Los Angeles, California di pertengahan tahun 1970. Tetapi kemudian orang tua Slash berpisah, dan setelah itu, Slash tinggal bersama ibunya dan David Geffen. Dia diberikan nama panggilan "Slash" oleh teman keluarganya, Seymour Cassel. Saat berumur 16, sebelum ia dikeluarkan dari sekolah Crespi Carmelite, Slash diberikan gitar pertamanya oleh neneknya. Gitar itu hanya mempunyai 1 helai tali (string). Dia menghabiskan setiap harinya untuk berlatih. Akhirnya, fokus seluruhnya dipertaruhkan atas musik dan dia membuat keputusan untuk berhenti sekolah. Di artikel majalah Rolling Stone, katanya:
“ My big awakening happened when I was fourteen. I'd been trying to get into this older girl's pants for a while, and she finally let me come over to her house. We hung out, smoked some pot and listened to Aerosmith's Rocks. It hit me like a fucking ton of bricks . I sat there listening to it over and over, and totally blew off this girl. I remember riding my bike back to my grandma's house knowing that my life had changed. Now I identified with something. ”

(Kebangkitan besar saya terjadi ketika saya berumur empat belas tahun. Saya sudah mencoba memasuki celana gadis ini yang lebih tua untuk sesaat, dan dia akhirnya membiarkan saya datang ke rumahnya. Kami berkeluyuran, menghisap beberapa batang dan mendengarkan lagu Aerosmith, Rocks. Itu memukul saya seperti tertimpa satu ton bata. Saya duduk di sana mendengarkannya berulang-ulang kali dan secara total mengesampingkan gadis ini. Saya teringat saat mengendarai sepeda saya kembali ke rumah nenek dimana saat itu saya mengetahui hidup saya telah berubah. Sekarang saya bisa memahami sesuatu.)

Disamping Aerosmith, pengaruh awal Slash termasuk AC/DC, Alice Cooper, Black Sabbath, Jeff Beck, Eric Clapton, Iron Maiden, Rory Gallagher, Jimi Hendrix, David Bowie, Led Zeppelin, Queen, Rolling Stone, Thin Lizzy, Van Halen dan Festival of Weeks. Pada tahun 1983, setelah gagal bergabung dengan Poison bersama teman masa kecilnya, Steven Adler, mereka bersama membentuk Road Crew. Slash menempatkan iklan di sehelai koran untuk bassis, dan setelah itu ia menerima jawaban dari Duff McKagan. Ketika Road Crew bubar, Slash bergabung dengan band lokal, Black Sheep. Diketuai oleh Willie Bass, band ini kemudian saling berbagi seorang agen dengan band lainnya, yang dikenal sebagai Hollywod Rose. Pada 1984, kedua band tersebut membuka untuk band Christian Metal Stryper. Setelah pertunjukan tersebut, Slash dan lead singer Axl Rose diperkenalkan kepada satu sama lain oleh seorang teman. Keduanya dengan cepat menjadi teman, dan setelah beberapa bulan, Slash dan Steven Adler diundang bergabung dengan Axl Rose, Duff McKagan dan Izzy Stradlin sebagai personel band, Guns N Roses.



Kamis, 06 Oktober 2011

Fender Stratocaster "Gitar para Legenda Dunia"

Fender Stratocaster®, juga sering disingkat menjadi Strat, adalah model gitar elektrik badan padat yang didesain oleh Leo Fender, George Fullerton, dan Freddie Tavares pada tahun 1954. Stratocaster masih diproduksi hingga kini oleh Fender Musical Instruments Corporation. Stratocaster memiliki double-cutaway, dengan upper-horn yang lebih panjang dengan tujuan agar lebih seimbang saat digunakan dalam posisi berdiri. Stratocaster telah digunakan oleh berbagai gitaris dan berbagai rekaman historis sepanjang sejarah. Bersama Gibson Les Paul, Gibson SG dan Fender Telecaster, Stratocaster merupakan salah satu model gitar elektrik paling umum dan kronis di seluruh dunia.



Pabrikan Fender
Periode 1954–sekarang
Konstruksi
Tipe body Solid, Double-Cut
Sendi neck * bolt-on neck
* set-in neck
Skala 25,5 inci
Kayu
Body Alder, Ash, Poplar
Neck Maple
Fretboard Maple, Rosewood, Ebony
Perangkat elektronik
Bridge Synchronized tremolo
Pickup * 3 atau 2 single-coil
Warna yang tersedia
Lake Placid Blue; Night Black; Candy Apple Red; Brown Sunburst; Midnight Wine; Arctic White; atau Copper Metallic Burst

Boss GT-8 Guitar Effect Processor Specs

GT-8: Guitar Effects Processor
Features
Guitar Player - Readers' Choice Award

Double your power with BOSS’s new GT-8 floor-based mega processor. Loaded with twin COSM® modeling engines, it brings unprecedented performance and tonal control to the stage and studio. The Dual COSM amp section provides two discrete amp channels; you can layer and manipulate each engine independently to create wildly expressive sounds. Thanks to the Solo Switch function, lead sounds can be immediately activated — perfect for ripping through the mix. BOSS’s mega-popular GT-6 was a smash hit with guitarists, now the GT-8 is destined to become the go-to box for gigging and recording guitarists alike.

* BOSS’s most powerful floor multi-effects processor
* Dual COSM® Preamp with Solo Mode for instant tone boost
* Control amp channels and effects by picking dynamics
* Independent effect loop
* Effects can be in any order

More Info
Dual COSM Amps
The GT-8 boasts the latest top-quality COSM amp models with complete dual channel configuration. Explore new sonic dimensions by combining two amp models, or by switching between them during performance. Select a high-gain amp such as Metal Stack and set it for deadly distortion. Then add clarity to the raw power by using the Smooth Drive model on the other channel. Prepare to be impressed as you tap into the expressive Dynamic mode, where two channels can be controlled based on picking strength. Transition smoothly from clean to mean by simply picking harder or softer.

Solo Switch
Step into the spotlight with the new Solo Switch feature. Each of the 46 COSM amp models contains a specially programmed variation that’s optimized for soloing. Simply click the Solo switch to activate the lead tone, and off you go — it’s like having a separate solo channel on every COSM amp!

Extreme Effects
Forty-four effects categories are built into the GT-8. Up to 13 effect blocks can be used simultaneously to create complex textures and routings. All of your FX bases are covered — compressors, reverbs, choruses, EQs, COSM-modeled wahs, and much more. There are 200 preset patches built into the GT-8, plus 140 user patches for storing your custom amp/effects creations. As a special bonus, there’s a selection of synth waves onboard, plus sitar and an acoustic processor. From subtle to sizzling, where will you take your tone?

Effects Chain
Another area where the GT-8 stomps the competition is in its powerful effects routing. Internally, the 13 FX blocks can be configured in any order you desire (for example, you can freely assign an equalizer after a distortion effect or before it). And if you’d care to take your tone “outside the box” and incorporate some external effects into the GT-8’s signal path, you can do so with the Ext Loop send and return. Flexibility in routing is the name of the game.

Connectivity
The GT-8 is stocked with enough I/O options to satisfy even the most demanding pro. In addition to its stereo analog outs, it offers a 24-bit coaxial output for ultra-clean digital transfer, an Amp Control jack for switching between two amp channels on an external amp, an external expression/control pedal input, effects send and returns, MIDI in and out, and a headphone output.
Specs

AD Conversion
24 bit + AF method*
DA Conversion
24 bit
Sampling Frequency
44.1 kHz
Program Memories
340: 140 (User) + 200 (Preset)
Nominal Input Level
INPUT: -10 dBu
RETURN: -10 dBu
Input Impedance
INPUT: 1 M ohms
RETURN: 220 k ohms
Nominal Output Level
OUTPUT: 0 dBu
SEND: -10 dBu
Output Impedance
OUTPUT: 2 k ohms
SEND: 2 k ohms
Digital Output
EIAJ CP1201, S/P DIF
Dynamic Range
100 dB or greater (IHF-A)
Display
16 characters, 2 lines (backlit LCD)
2 characters, 7 segment LED
Connectors
INPUT jack
OUTPUT jacks L (MONO)/R
PHONES jack
SEND jack
RETURN jack
DIGITAL OUT connector (coaxial)
AMP CONTROL jack
SUB EXP PEDAL/SUB CTL PEDAL 1,2 jack
MIDI connectors (IN/OUT)
AC Adaptor jack
Power Supply
AC 14 V; Supply AC adaptor (BOSS BRC series)
Current Draw
650 mA
Accessories
AC Adaptor (BRC series)
Owner’s Manual
Options
Foot Switch: FS-5U, FS-5L, Dual Foot Switch: FS-6
Expression Pedal: EV-5 (Roland), FV-300L + PCS-33 (Roland)
Foot Switch Cable: PCS-31 (Roland), (1/4 inches Phone Plug (stereo) - 1/4 inches Phone Plug (mono) x 2)
Size and Weight
Width
515 mm
20-5/16 inches
Depth
261 mm
10-5/16 inches
Height
75 mm
3 inches
Weight
4.8 kg
10 lbs. 10 oz.

Legenda itu bernama God Bless

God Bless adalah grup musik rock yang telah menjadi legenda di Indonesia. Dasawarsa 1970-an bisa dianggap sebagai tahun-tahun kejayaan mereka. Salah satu bukti nama besar mereka adalah sewaktu God Bless dipilih sebagai pembuka konser grup musik rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta (1975).



Berdirinya God Bless berawal dengan kembalinya Ahmad "Iyek" Albar kembali ke Tanah Air setelah beberapa tahun tinggal di Belanda, ia pun berangan-angan membentuk band sendiri yang lebih serius. Beliau kembali dari Belanda bersama dengan Ludwig Lemans (gitaris Clover Leaf, band Iyek ketika masih di Belanda). Iyek lalu mengajak (almarhum) Fuad Hassan (drum) dan Donny Fattah (bass) untuk membentuk band. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya Crazy Wheels, sebelum akhirnya band tersebut - yang mengadakan konser perdananya di TIM (Taman Ismail Marzuki) lalu mengikuti pentas musik "Summer '28", semacam pentas 'Woodstock' ala Indonesia di Ragunan, Jakarta, yang diikuti berbagai band dari Indonesia, Malysia dan Filipina - mengubah namanya menjadi God Bless pada tanggal 5 Mei 1973.

Jockie Surjoprajogo (keyboard) sendiri baru bergabung dengan Crazy Wheels/God Bless pada awal tahun 1973. Beliau dimaksudkan sebagai pengganti Deddy Dores - yang sempat bergabung dengan God Bless namun tidak bertahan lama dalam band tersebut karena harus mengurus bandnya sendiri, Rhapsodia. Namun Jockie juga tidak bisa bertahan lama. Posisi beliau pun digantikan oleh (almarhum) Soman Lubis.

Pada bulan Juni 1974, Fuad Hasan dan Soman Lubis (keyboard) mengalami kecelakaan lalu lintas di Tugu Pancoran, Jakarta Selatan. God Bless pun melalui masa berkabung. Ditambah lagi, sang gitaris Ludwig Lemans juga memutuskan untuk keluar dari God Bless. Dengan demikian, personil yang tersisa tinggal Ahmad Albar dan Donny Fattah. Untuk mengisi kekosongan pada kibor, mereka mengajak Jockie untuk bergabung kembali. Jockie lantas mengajak Ian Antono (gitar) dan Teddy Sujaya (drum) untuk bergabung dengan God Bless.

Untuk mengenang Fuad Hassan dan Soman Lubis, God Bless tampil di TIM dengan tema mengenang seratus hari Fuad Hasan dan Soman Lubis dengan atraksi mengusung peti mati diatas panggung.

Pada awalnya, God Bless bukanlah band yang memiliki lagu. Mereka hanya band yang biasa membawakan lagu-lagu orang lain, seperti Kansas, Easy Beast, Genesis, Deep Purple, pada setiap penampilan mereka. Proses masuknya band legendaris ini kedalam dapur rekaman dimulai dengan coba-coba. Mereka menulis lagu, dan lantas merekamnya. Mereka merekamnya di sebuah studio yang dikelola oleh Alex Kumara (ahli broadcast). Rekaman-rekaman ini bisa sampai ke telinga PT Aquarius Musikindo karena Suryoko - bos Aquarius - sering belajar gitar di rumah Ian. Mereka berdua memang sudah bersahabat sejak lama. Dan pada tahun 1975, God Bless merilis album perdananya.
Era 80-an
Personil God Bless pada album CERMIN

Menjelang pembuatan album kedua, Jockie Surjoprajogo keluar dari formasi, posisinya kemudian diambil alih oleh Abadi Soesman yang bergabung tahun 1979 dan ikut terlibat di pembuatan album Cermin (1980). Berbeda dengan album sebelumnya yang rekaman jalan sambil menyelesaikan materi lagu, Album Cermin (1980) dikonsep dan dipersiapkan secara matang beberapa bulan sebelum masuk rekaman. Pada album ini, konsep musik God Bless sedikit berubah menghadirkan ramuan aransemen lagu-lagunya terkesan lebih rumit, disamping membutuhkan skill masing-masing personil yang tinggi juga kekompakan dalam memainkannya, seperti lagu Musisi, Anak Adam, Selamat Pagi Indonesia atau Sodom Gomorah. Bahkan ketika rekaman, Teddy Sunjaya tidak menggunakan metronome seperti kebanyakan rekaman yang lain. Album Cermin pun merupakan representasi dari pemberontakan God Bless terhadap dominasi industri rekaman ketika itu yang selalu mencekokkan komersialisme atas tuntutan pasar yang ketika itu sedang didominasi musik pop yang bertemakan cinta dalam pandangan secara sempit. Album ini sering disebut-sebut sebagai album God Bless paling idealis dan terbaik dari sisi musikalitasnya. Dan menjadi barometer kwalitas sebuah band rock waktu itu, manakala mampu memainkan lagu-lagu dari album Cermin. Dua tahun setelah album Cermin dirilis, Abadi Soesman mengundurkan diri.

Pada sekitar tahun 1980-an, salah satu promotor rock asal Surabaya, Log Zhelebour mulai gencar mementaskan festival rock di Indonesia, dan mulailah membangunkan God Bless dari "tidur panjangnya" dengan menjadikan lagu-lagu God Bless sebagai lagu "wajib" juga personilnya menjadi juri di festival yang akhirnya banyak melahirkan band-band rock di Indonesia, seperti Grass Rock, Elpamas, sampai Slank.

Dari sekedar menjadi juri tersebut, pada tahun 1988 God Bless akhirnya melahirkan album come back Semut Hitam yang meledak di pasaran waktu itu, dengan hitsnya seperti Rumah Kita, Semut Hitam, atau Kehidupan. Secara penjualan, album Semut Hitam ini adalah album God Bless paling laris. Di album ini, terjadi lagi perubahan konsep musik God Bless. Dari yang tadinya lebih bernuansa rock progresif secara drastis berubah menjadi sedikit lebih keras dengan adanya pengaruh musik hard rock dan heavy metal, disamping unsur komersil untuk mempertimbangkan selera pasar. Pun demikian, kwalitas musiknya masih tetap kental dipertahankan. Album ini juga menjadi inspirasi anak muda agar dapat terus berkarya dalam bidang musik rock. Namun, setelah album Semut Hitam keluar, Ian Antono menyatakan keluar dari formasi God Bless. Posisinya kemudian digantikan oleh gitaris muda berbakat, Eet Sjahranie. Setelah masuknya Eet Sjahranie, pada tahun 1989 dirilislah album berjudul Raksasa dengan hits Menjilat Matahari, Maret 1989, atau Misteri. Eet Sjahranie berhasil me-refresh sound gitar Ian Antono dan menjadikan God Bless lebih agresif. Ian Antono sendiri, setelah keluar dari God Bless terhitung sukses merintis karier solo sebagai pencipta lagu, aranjer dan produser.
Era 90-an

Setelah melewati masa vakum yang cukup panjang, tahun 1997, para personel God Bless, termasuk Eet Sjahranie dan Ian Antono kembali berkumpul. 'Workshop' yang mereka gelar di kawasan Puncak, menghasilkan sebuah album berjudul Apa Kabar. Namun reuni ini tidak berlangsung lama karena Eet secara resmi mengundurkan diri dari formasi God Bless dan konsentrasi untuk bandnya sendiri, Edane yang sejak tahun 1992 sudah merilis album perdananya, The Beast.

Walau tidak banyak merilis album, God Bless, dianggap merupakan legenda grup musik rock Indonesia karena dianggap sebagai pelopor yang memiliki kualitas bermusik tinggi. Sepanjang perjalanannya, grup ini mengalami 15 kali lebih pergantian personil yang disebut sebagai 'formasi', dan saat ini tinggal Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), dan Donny Fattah Gagola (bass) yang masih dapat dikatakan sebagai personil aktif grup.
Era 2000-an

Pada Februari 2009 lalu, mereka tampil di acara Kick Andy di Metro TV dengan 5 orang personil, yaitu Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bass), Yaya Moektio (drum) dan Abadi Soesman (kibor). Mereka menyatakan akan mengeluarkan album baru dalam waktu dekat ini. Dan tepat pada awal Mei 2009, God Bless akhirnya mengeluarkan album terbarunya yang berjudul 36th.

Chord Seventeen Hal Terindah (OST Anakluh)

[Intro] A

A AMaj7
Sampai saat ini
A7 Bm
Rasaku tertahan di sini
Dm A E
Rasa yang tak akan hilang oleh waktu

A AMaj7
Kau tidak di sini
A7 Bm
Akupun tiada di hatimu
Dm A E
Jiwaku ikut menghilang bersamamu

[chorus]
A AMaj7
Tak terkira di sampingmu
Bm E
Adalah hal terindah yang pernah kuinginkan
A AMaj7
Tak terkira di pelukmu
Bm E
Adalah hal terindah yang pernah kurasakan

A AMaj7
Kau tidak di sini
A7 Bm
Akupun tiada di hatimu
Dm A E
Jiwaku ikut menghilang bersamamu

[bridge]
C#m F# Bm E
Melukiskan segenap keindahan dirimu
C#m F# Bm E
Hanya kau yang aku mau kamu kamu

[solo] A D A D A D E

[chorus]
A AMaj7
Tak terkira di sampingmu
Bm E
Adalah hal terindah yang pernah kuinginkan
A AMaj7
Tak terkira di pelukmu
Bm E
Adalah hal terindah yang pernah kurasakan

A AMaj7
Tak terkira milikimu
Bm E
Adalah hal terindah yang pernah kudambakan
A AMaj7
Tak terkira dekapanmu
Bm E
Adalah hal terindah yang pernah kudapatkan
F#m C#m
Takkan rela melepasmu
D E
Walau di hadapanmu ku kan terus menangis bahagia

[outro] A Bm F#m E
A Bm F#m E
A

Minggu, 02 Oktober 2011

Bring Me To Life By Evanescence

Bring Me To Life Lyrics

How can you see into my eyes like open doors?
Leading you down into my core where I’ve become so numb
Without a soul my spirit's sleeping somewhere cold
until you find it there and lead it back home

(Wake me up)
Wake me up inside
(I can’t wake up)
Wake me up inside
(Save me)
call my name and save me from the dark
(Wake me up)
bid my blood to run
(I can’t wake up)
before I come undone
(Save me)
save me from the nothing I’ve become

now that I know what I’m without
you can't just leave me
breathe into me and make me real
bring me to life

(Wake me up)
Wake me up inside
(I can’t wake up)
Wake me up inside
(Save me)
call my name and save me from the dark
(Wake me up)
bid my blood to run
(I can’t wake up)
before I come undone
(Save me)
save me from the nothing I’ve become

Bring me to life
(I've been living a lie, there's nothing inside)
Bring me to life

frozen inside without your touch
Without your love, darling
only you are the life among the dead

all this time I can't believe I couldn't see
kept in the dark but you were there in front of me
I’ve been sleeping a thousand years it seems
got to open my eyes to everything
Without a thought, without a voice, without a soul
don't let me die here
there must be something more
bring me to life

(Wake me up)
Wake me up inside
(I can’t wake up)
Wake me up inside
(Save me)
call my name and save me from the dark
(Wake me up)
bid my blood to run
(I can’t wake up)
before I come undone
(Save me)
save me from the nothing I’ve become

(Bring me to life)
I’ve been living a lie, there’s nothing inside
(Bring me to life)

Sejarah Musik

Zaman Klasik atau Periode Klasik dalam sejarah musik Barat berlangsung selama sebagian besar abad ke-18 sampai dengan awal abad ke-19. Walaupun istilah musik klasik biasanya digunakan untuk menyebut semua jenis musik dalam tradisi ini, istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut musik dari zaman tertentu ini dalam tradisi tersebut. Zaman ini biasanya diberi batas antara tahun 1750 dan 1820, namun dengan batasan tersebut terdapat tumpang tindih dengan zaman sebelum dan sesudahnya, sama seperti pada semua batasan zaman musik yang lain. Zaman klasik berada di antara Zaman Barok dan Zaman Romantik. Beberapa komponis zaman klasik adalah Joseph Haydn, Muzio Clementi, Johann Ladislaus Dussek, Andrea Luchesi, Antonio Salieri dan Carl Philipp Emanuel Bach, walaupun mungkin komponis yang paling terkenal dari zaman ini adalah Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven. Ciri Musik Pada Zaman Klasik: 1. Menggunakan peralihan dinamik dari lembut sampai keras atau (cressendo)dan dari keras menjadi lembut(decrssendo). 2. Perubahan-perubahan tempo dengan percepatan atau (accelerando) dan perlambatan(ritardando). 3. Hiasan / ornamentik diperhemat pemakaiannya. 4. Pemakaian akord 3 nada